Selamat Berkunjung Di Depokangenpobiswasila...Terapi air Kelas Dunia...Diet Tanpa Obat...!!!

Tahapan dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal

0 komentar

 
  1.  Tahapan Penyakit Gagal Ginjal Akut
Mary Baradero dkk.dalam bukunya Klien Gangguan Ginjal membagi tahapan penyakit gagal ginjal    akut menjadi 4 tahapan :
  1. Tahap Awitan
Tahap ini merupakan tahap awal kerusakan neufron. Pencegahan kerusakan ginjal dapat terjadi pada tahap awitan dengan intervensi yang lebih dini atau lebih awal dan cepat.

  1. Tahap Oliguria
Tahap ini terjadi selang sehari dari tahap awitan. Adapun masalah besar yang dihadapi oleh pasien pada tahap oliguria adalah tidak dapat mengekskresikan kelebihan cairan, tidak dapat mengatur elektrolit, dan tidak dapat mengeluarkan zat sisa tubuh.
Pada tahap oliguria, volume urine pasien kurang dari 400 ml/24 jam disertai peningkatan konsentrasi serum dari substansi yang biasa diekskresikan oleh ginjal, seperti urea, kreatinin, asam urat, kation intrasesuler-kalium, dan magnesium. Padahal jumlah urine minimal yang diperlukan untukmembersihkan produk sampah normal adalah 400ml.Pada tahap iini penderita mengalami geala uremik untuk pertma kalinya dan kondisi yang dapat mengancam jiwa seperti hiperkalemia. Kebanyakan penderita mengalami penurunan fungsi ginjal disertai kenaikkan retensi nitrogen.
  1. Tahap Diuretik
Pada tahap ini, banyak cairan dalam tubuh penederita yang terbuang, termasuk elektrolit ( 4-5 liter per hari ).Jumlah urine meningkat secara bertahap disertai tanda-tanda perbaikan glomerolus. Sementara nilai laboratorium berhenti meningkat dan akhirnya menurun.
  1. Tahap Pemulihan
Pada tahap pemulihan, organ ginjal penderita mulai berfungsi kembali, walaupun 30% penderita tidak mencapai pemulihan laju filtrasi glomerolus secara penuh. Pemulihan laju filtrasi glomerolus memerlukan waktu 3-12 bulan.Dalam kondisi ini, nilai laboratorium akan kembali normal. Meski terjadi reduksi laju filtrasi glomerolus permanent sekitar 1-3 %, secara klinis hal tersebut tidak signifikans.
Karena fungsi ginjal berkurang, aa retensi cairan dalam tubuh yang mengakibatkan edema dan kelebihan bebab cairan. Apabila kelebihan beban cairan menjadi berat bisa menyebabkan edema paru-paru dan gagal jantung kongestif.Disamping itu penderita juga beresiko mengalami hipervolemia yang disertai hipertensi.
Pasien yang mengalami gagal ginjal akut menunjukkan tanda-tanda demam, mata kaki bengkak, dan nyeri pinggang hebat (kolik). Selain itu saat buang air kecil, penderita akan mengalami ksakitan, jumlah air seni sedikit dan berwarna merah darah, frekuensi buang air kecil meningkat, terjadi kelainan dalam kandungan urine seperti protein, darah, sel darah putih/leukosit, dan bakteri. Gambaran kondisi umum penderita gagal ginjal akut seperti berikut :
·         Volume air kencing berkurang atau sama sekali tidak berbentuk air kencing.
·         Kencing pada malam hari.
·         Pembengkakan tungkai, kaki, atau pergelangan kaki.
·         Pembengkakan secara menyeluruh karrena terjadi penimbunan caairan.
·         Berkuarngnya rasa/mati rasa terutama bagian tangan atau kaki.
·         Perubahan mental atau suasana hati.
·         Kejang
·         Tremor tangan.
·         Mual dan muntah.
2.      Gejala dan Tanda-tanda Penyakit gagal Ginjal Akut.
Sementara itu, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini sangat bergantung pada tingkat keparahan, progresivitas, an penyebab penyakit. Adanya kerusakan pada ginjal menunjukkan gejala-gejala serius yang tidak berhubungan dengan ginjal, seperti demam tinggi,shock,gagal jantung,dan gagal hati. Gagal ginjal akut dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain seperti menyebabkan kerusakan pembuluh darah ginjal dan paru-paru, sehingga berakibat batuk darah. Ruam kulit merupakan gejala khas yang ditimbulkan oleh beberapa penyebab gagal ginjal akut, yaitu poliarteritis, lupus, erimatosus sistemik.
Pada sekitar 10% penderita gagal ginjal akut ditemukan kandungan darah dalam air seninya. Berikut beberapa tanda atau gejala yang dialami penderita gagal ginjal akut :
  1. Produksi Urine Menurun
Penurunan jumlah produksi urine merupakan salah satu indikasi awal bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik. Supaya ginjal dapat berfungsi dengan lagi, penderita harus diberi obat tertentu.Oleh karena itu harus dilakukan diagnosis yang tepat.
  1. Merasa lelah dan gelisah.
Pada tahap awal, penderita gagal ginjal akut menunjukkan beberapa gejala, seperti merasa lelah dan gelisah, gatal-gatal yang parah, mengalami tekanan darah,serta memar.
  1. Mual dan Muntah
Pada tahap selanjutnya, penderita gagal ginjal akut menunjukkan berbagai gejala, diantaranya merasa mual dan muntah, serta kehilangan nafsu makan.
  1. Penurunan Jumlah Urine
Karena produksi urine penderita gagal ginjal akut menurun, out put atau jumlah urine yang dikeluarkan oleh penderita gagal ginjal akut juga mengalami penurunan.
  1. Pingsan dan Koma.
Selain mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penderita gagal ginjal akut juga mengalami perubahan perilaku mental dan emosional, mislnya sangat lemah atau lesu, sehingga menyebabkan pingsan/koma.
Tahapan dan gejala gagal Ginjal Kronis.
Perkembangan penyakit gagal ginjal kronis meliputi beberapa tahapan, disertai gejala-gejala khusus.

1.      Tahap gagal Ginjal Kronis.
Pada tahap awal, gagal ginjal kronis ditandai dengan adanya penurunan cadangan ginjal, kemudian terjadi induefisiensi ginjal, gagal ginjal, dan tahap akhir penyakit ini diakhiri dengan uremia. Berikut tahap-tahap perkembangan penyakit gagal ginjal kronis selengkapnya :
  1. Penurunan Cadangan Ginjal ( Faa Ginjal antara 40-75%)
Pada tahap ini ada beberapa hal terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya:
1)      Sekitar 40-75% nefron tidak berfungsi
2)      Laju filtrasi glomerolus 40-50% normal
3)      BUN dan kreatinin serum masih normal,
4)      Penderita asimtomatik.
Tahap ini merupakan tahap perkembangan penyakit ginjal yang paling ringan, karena faal ginjal masih dalam kondisi baik. Oleh karena itu, penderita juga merasakan apa-apa. Bahkan hasil pemeriksaan laboratoriummenunjukkan bahwa faal ginjal masih berada dalam batas normal.
Selain itu kreatinin serum dan kadar BUN (blood urea nitrogen) masih berada dalam batas normal dan penderita asimtomatik. Gangguan fungsi ginjal baru diketahui setelah penderita diberi beban kerja yang berat, seperti tes pemekatan kemih dalam waktu lama atau melalui tes GFR dengan teliti.
  1. Indufisiensi Ginjal ( Faal Ginjal antara 20-50%.
Pada tahap ini, bebarapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya :
1)      Sekitar 75-80% nefron tidak berfungsi,
2)      Laju filtrasi glornerulus 20-40% normal,
3)      BUN dan kreatinin serum mulai meningkat,
4)      Anemia danazotemia ringan, serta
5)      Nokturia dan poliuria
Pada tahap ini penderita masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa, walaupun daya dan konsentrasi ginjal menurun. Pengobatan harus dilakukan dengan cepat untuk mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, dan gangguan jantung. Selain itu penderita juga harus diberi obat pencegah gangguan faa ginjal.
Pada stadium ini, lebih dari 75% jaringan ginjal yang berfungsi telah rusak. Selain itu, kadar BUN dan kreatinin serum juga mulai meningkat melampaui batas normal.
  1. Gagal Ginjal ( faal Ginjal Kurang dari 10%)
Pada tahap ini, beberapa hal terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya :
1)      Laju filtrasi glomerulus 10-20% normal,
2)      BUN dan kreatinin serum meningkat,
3)      Anemia, azotemia, dan asidosis metabolic,
4)      Poliuria dan nokturia,
5)      Gejala gagal ginjal.
Penderita merasakan beberapa gejala antara lain : mual, muntah, nafsu makan berkurang, sesak nafas, pusing, sakit kepala, air kemih berkurang, kurang tidur, kejang-kejang, dan mengalami penurunan kesadaran hingga koma. Oleh karena itu penderita tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
d.      Endstage Meal Disease (ESRD)
Pada tahap ini, beberapa hal terjadi dalam tubuh penderita antara lain :
1)      Lebih dari 85% nefron tidak berfungsi,
2)      Laju filtrasi glomerulus kurang dari 10% normal,
3)      BUN dan kreatinin tinggi,
4)      Anemia,azotemia,dan asidosis metabolic,
5)      Berat jenis urine tetap 1,010,
6)      Gejala gagal ginjal.
Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita idak sanggup memperthankan homeostatis cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Biasanya, penderita menjadi oliguri (pengeluaran kemih kurang 500 ml/hari karena kegagalan glomerulus).Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita harus mendapatkan pengobatan dalam bentuk transplantasi ginjal atau dialysis. Dari uraian diatas diketahui bahwa awalnya penderita gagal ginjal tidak menunjukkan gejala apapun. Kemudian penyakit ini berkembang secara perlahan-lahan. Kelainan fungsi ginjal hanya dapat diketahui dari pemeriksaan laboratorium. Pad atahap ringan dan sedang penderita penyakit gagal ginjal kronis masih menunjukkan gejala – gejala ringan, meskipun terjasi peningkatan urea dalam darahnya.
Pada stadium ini, ginjal tidak dapat menyerap air kemih, sehingga volume air kemih bertambah. Oleh karena itu, penderita mengalami nokturia (sering kencing di malam hari). Selain itu, penderita juga mengalami tekanan darah tinggi, karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dan air. Hal inilah yang memicu penyakit stroke atau gagal jantung.
Pada stadium lebih lanjut, penderita mengalami ulkus dan pendarahan saluran pencernaan serta kulit berwarna kuning kecoklatan. Terkadang, konsentrasi urea sangat tinggi, sehingga terkristalisasi dari keringat dan membentuk serbuk putih pada kulit bekuan uremik), sehingga beberapa penderita merasa seluruh tubuhnya gatal.

  1. Gejala- gejala gagal ginjal kronis.
Penderita penyakit ginjal kronis menunjukkan beberapa gejala, seperti ; lemas, nafsu makan berkurang, mual, muntah, bengkak, volume kencing berkurang, gatal, sesak napas, dan wajah pucat. Selain itu, urine penderita mengandung protein, eritrosit, dan lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium penderita meliputi kreatinin darah naik, Hb turun, dan protein dalam urine selalu positip.
Suyono Slamet dalam Buku Aja Penyakit Dalam menyebutkan bahwa penderita penyakit gagal ginjal kronis mengalami gejala-gejala sebagai berikut :
a.       Gangguan Pada gastroinfestinal.
1)      Anorexsia, mual,dan muntah akibat adanya gangguan metabolisme protein dalam usus dan terbentuknya zat-zat toksin.
2)      Fetor uremik disebabkan oleh ureum yang berlebihan pada air liur, yang kemudian diubah menjadi ammonia oleh bakteri, sehingga napas penderita berbau ammonia.
3)      Cegukan ( belum dikethaui penyebabnya)
b.                                          Gangguan Sistem Hematologi dan Kulit.
1)      Anemia karena kekurangan produksi eritropoetin.
2)      Kulit pucat dan kekuningan akibat anemia dan penimbunan urokrom.
3)      Gatal-gatal akibat toksis uremik.
4)      Trombositopneia (penurunan kadar trombosit dalam darah.
5)      Gangguan fungsi kulit
c.                                           Gangguan Sistem Saraf dotak
1)      Miopati, kelainan dan hipertropi otot.
2)      Ensipalopati metaboli, lemah, tidak bisa tidur, dan konsentrasi terganggu.
d.      Sistem Kardiovaskuler.
1)      Hipertensi
2)      Dada terus merasa nyeri dan sesak nafas
3)      Gangguan irama jantung akibat sclerosis dini.
4)      Edema
e.                                                       Gangguan Sistem Endokrin
1)      Gangguan seksual/libido, fertilitas dn penurunan seksual pada laki-laki serta gangguan menstruasi pada wanita.
2)      Gangguan metabolisme glukosa retensi insulin dan gangguan sekresi insulin.
f.                                                       Gangguan pada Sistem Lain.
1)      Tulang mengalami osteodistrofi renal
2)      Asidosis metabolik
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : | | | |
Copyright © 2011. Depokangenpobiswasila - All Rights Reserved
Template Created by